Tulang Bawang Barat — pro dan kontra
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) resmi menggelar Panen Ide Refleksi Program Sekolah (RPS) 2026 di SDN 10 Gunung Terang, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang menjadi puncak rangkaian Refleksi Program Sekolah tersebut diikuti sebanyak 32 sekolah dari Kecamatan Gunung Terang dan Batu Putih. Panen Ide menjadi ruang bagi satuan pendidikan untuk mempresentasikan gagasan dan program yang lahir dari proses refleksi terhadap kondisi serta kebutuhan sekolah masing-masing.

Sebelum memasuki tahap Panen Ide, sekolah telah mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari Pra-RPS hingga Hari-H RPS yang dilaksanakan dalam beberapa pekan terakhir.
Melalui proses tersebut, kepala sekolah dan guru didorong untuk mengidentifikasi berbagai praktik baik, tantangan, serta kebutuhan pengembangan sekolah. Hasil refleksi kemudian diterjemahkan menjadi gagasan program kokurikuler dan pendidikan karakter yang sesuai dengan konteks serta kebutuhan peserta didik.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tulang Bawang Barat, M. Cheri Sopian, S.H., M.H., yang hadir sekaligus membuka kegiatan secara resmi, menekankan pentingnya memastikan setiap program sekolah benar-benar berangkat dari kebutuhan nyata peserta didik.
Menurutnya, program pendidikan tidak harus selalu bersifat besar, tetapi harus relevan, sederhana, dapat dilaksanakan secara konsisten, dan memberikan dampak nyata bagi perkembangan peserta didik.
“Ide harus menjadi program, program harus menjadi aksi, dan aksi harus menghasilkan perubahan bagi peserta didik,” ujar Cheri Sopian dalam sambutannya.
Ia juga menegaskan bahwa proses perencanaan program sekolah perlu memperkuat pendidikan karakter melalui 5 Pilar Tubaba, sehingga gagasan yang dihasilkan tidak hanya berorientasi pada kegiatan, tetapi juga membangun karakter dan budaya positif di lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Mansori, S.H., Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Deka Lia Nurmala, S.E., M.M., Kepala Bidang Kebudayaan, M. Badri, S.E., M.H., jajaran staf Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tulang Bawang Barat, serta para Pengawas Sekolah Kecamatan Gunung Terang dan Batu Putih.
Kegiatan juga diikuti para kepala sekolah, guru, dan Guru Penggerak dari kedua kecamatan.
Tubaba Cerdas Perkuat Pendampingan Sekolah
Dalam rangkaian RPS 2026, Tubaba Cerdas turut mengambil peran dalam memberikan pembekalan kepada para pendamping RPS di masing-masing sekolah.
Pembekalan tersebut diarahkan untuk memperkuat kapasitas pendamping agar mampu memfasilitasi proses refleksi di sekolah sekaligus membantu satuan pendidikan mengembangkan gagasan program yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing.
Pendampingan tersebut diharapkan dapat memastikan proses RPS tidak berhenti pada tahap mengidentifikasi persoalan dan merumuskan ide, tetapi berlanjut hingga implementasi program serta penguatan praktik-praktik baik di lingkungan sekolah.
Tubaba Cerdas menjadi bagian dari ekosistem pendampingan pendidikan di Kabupaten Tulang Bawang Barat dengan mendorong agar hasil refleksi sekolah dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat bagi peserta didik maupun komunitas sekolah.
Panen Ide RPS 2026 selanjutnya akan berlanjut ke sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Melalui kegiatan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tulang Bawang Barat berharap budaya refleksi, kolaborasi, inovasi, dan perbaikan berkelanjutan semakin kuat di setiap satuan pendidikan.
Dengan demikian, setiap program yang dirancang tidak sekadar menjadi agenda sekolah, tetapi benar-benar lahir dari kebutuhan nyata, dilaksanakan secara konsisten, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pembelajaran serta perkembangan peserta didik. (*)













