Tulang Bawang Barat — pro dan kontra
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) mencatat capaian nilai 80,55 dalam Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik yang dilaksanakan oleh Ombudsman Republik Indonesia pada 2025.
Capaian tersebut menempatkan pelayanan publik pada Dindikbud Tubaba dalam kategori kualitas pelayanan “Baik”. Penilaian Ombudsman tidak hanya mengukur pemenuhan standar pelayanan secara administratif, tetapi juga memperhatikan kualitas pelayanan serta kepatuhan penyelenggara dalam memberikan layanan kepada masyarakat.
Kepala Dindikbud Tubaba, M. Cheri Sopian, S.H., M.H., mengatakan hasil penilaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang pendidikan.
Hal itu disampaikan Cheri saat diwawancarai usai menerima piagam penghargaan di Lapangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tubaba, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, capaian nilai tersebut tidak semata-mata dipandang sebagai sebuah penghargaan, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk terus memperbaiki pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Hasil penilaian Ombudsman akan kami jadikan bahan evaluasi agar pelayanan di bidang pendidikan semakin baik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Cheri.
Ia menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan publik harus dilakukan secara berkelanjutan. Upaya tersebut antara lain melalui penguatan standar pelayanan, peningkatan kompetensi petugas, serta optimalisasi sarana dan prasarana pendukung pelayanan.
Selain itu, pengelolaan pengaduan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas layanan. Menurut Cheri, mekanisme pengaduan yang baik diperlukan untuk memastikan setiap masukan dan keluhan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara tepat.
Hal tersebut sekaligus diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Dindikbud Tubaba sebagai penyelenggara pelayanan publik di bidang pendidikan.
Cheri berharap capaian nilai 80,55 dapat menjadi pemacu bagi seluruh jajaran Dindikbud Tubaba untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan yang semakin transparan, akuntabel, responsif, mudah, dan cepat kepada masyarakat.
“Kami tentu tidak ingin berhenti pada capaian ini. Justru hasil ini menjadi dorongan untuk terus melakukan perbaikan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)













