Lamsel

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Warga Lampung Selatan Diminta Waspada Abu Vulkanik

354
×

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Warga Lampung Selatan Diminta Waspada Abu Vulkanik

Sebarkan artikel ini

Kalianda – pro dan kontra

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali meningkat sejak Jumat (4/9/2026). Erupsi berulang disertai semburan lava pijar (lava fountain) terjadi di gunung api yang berada di kawasan Selat Sunda tersebut.

Meski aktivitas vulkanik meningkat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memastikan kondisi masyarakat hingga saat ini masih aman dan aktivitas warga belum terdampak secara signifikan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi, mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau, khususnya potensi dampaknya terhadap wilayah pesisir Lampung Selatan.

“Dapat kami laporkan bahwa kondisi saat ini Gunung Anak Krakatau aman. Walaupun terkadang masih melakukan erupsi, akan tetapi tidak memengaruhi warga masyarakat untuk beraktivitas di luar rumah,” kata Maturidi dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).

Berdasarkan informasi yang diterima BPBD Lampung Selatan pada Sabtu (5/9/2026), aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Semburan lava pijar dilaporkan mencapai ketinggian sekitar 100 hingga 400 meter dari puncak kawah.

Sementara itu, data Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin mencatat kolom abu vulkanik mencapai sekitar Flight Level (FL) 480 atau setara kurang lebih 14,6 kilometer di atas permukaan laut. Abu vulkanik tersebut bergerak ke arah barat mengikuti pola angin di lapisan atmosfer atas.

Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Status Level III (Siaga). Kondisi tersebut membuat kewaspadaan tetap menjadi perhatian utama pemerintah daerah, meskipun belum terdapat laporan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat di Lampung Selatan.

BPBD Lampung Selatan bersama perangkat daerah terkait terus memperkuat pemantauan dan kesiapsiagaan melalui koordinasi dengan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta petugas vulkanologi di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau di Hargo Pancuran.

Selain itu, Desa Tangguh Bencana di Desa Rajabasa dan Pulau Sebesi terus diaktifkan sebagai bagian dari langkah mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat yang berada di wilayah pesisir.

“Selalu berkoordinasi dengan camat, kepala desa, dan petugas badan vulkanologi yang berada di Hargo Pancuran untuk mengamati situasi dan kondisi Gunung Anak Krakatau,” ujar Maturidi.

Warga Diminta Gunakan Masker

Mengantisipasi kemungkinan terjadinya hujan abu vulkanik, Pemkab Lampung Selatan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan.

Warga yang beraktivitas di luar ruangan diminta menggunakan masker penutup hidung dan mulut serta pelindung mata, terutama apabila terjadi hujan abu. Masyarakat juga dianjurkan menutup sumur dan sumber air terbuka untuk mencegah masuknya debu vulkanik.

BPBD juga memberikan perhatian khusus kepada nelayan dan wisatawan. Mereka diminta tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius tiga kilometer dari kawah aktif, sesuai rekomendasi otoritas vulkanologi.

“Diimbau kepada seluruh warga masyarakat, nelayan, wisatawan untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau radius tiga kilometer, serta untuk selalu tenang dan waspada, serta tidak terpancing oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Maturidi.

Pemkab Lampung Selatan juga mengingatkan masyarakat agar memperoleh informasi perkembangan Gunung Anak Krakatau hanya dari sumber resmi, seperti Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), BMKG, Syahbandar, maupun BPBD setempat.

Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi untuk menghindari kepanikan.

Apabila terjadi kondisi darurat atau membutuhkan penanganan kebencanaan, masyarakat dapat menghubungi Call Center BPBD Lampung Selatan di 0823-5892-4600.

Pemkab Lampung Selatan mengajak masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas secara normal dengan tetap disiplin menerapkan langkah-langkah mitigasi. Pemantauan terhadap Gunung Anak Krakatau akan terus dilakukan guna memastikan keselamatan masyarakat, khususnya warga yang berada di wilayah pesisir Lampung Selatan. (*)

Example 300250
error: Content is protected !!