Lamsel

Menuju Indonesia Emas 2045, Lampung Perkuat Pendidikan Santri dan Vokasi

7
×

Menuju Indonesia Emas 2045, Lampung Perkuat Pendidikan Santri dan Vokasi

Sebarkan artikel ini

Lampung Selatan – pro dan kontra

Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam mendukung generasi muda, khususnya para santri, untuk melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang yang lebih tinggi.

Komitmen itu disampaikan Gubernur Lampung yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, dalam acara Haflah Tasyakur Pelepasan Santri Kelas VI Shuffah/XII MA Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah dan Madrasah Al-Fatah, Lampung Selatan, Minggu (19/04/2026).

Tampak gambar kegiatan

Dalam sambutannya, Gubernur menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung telah menyiapkan berbagai program pendidikan sebagai  “karpet merah” bagi generasi muda. Program tersebut mencakup peningkatan akses dan mutu pendidikan, penguatan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja, hingga pengembangan sumber daya manusia unggul dan berkarakter.

“Momen Haflah Tasyakur ini bukanlah akhir, melainkan gerbang awal bagi para santri untuk melangkah lebih jauh. Kalian lulus di saat Indonesia bersiap menuju Indonesia Emas 2045. Pemerintah Provinsi Lampung hadir dan tidak akan membiarkan kalian berjuang sendiri,” tegasnya.

Selain itu, Pemprov Lampung juga membuka peluang lebih luas melalui program inovatif, seperti kelas vokasi dan kerja sama internasional. Langkah ini dilakukan untuk mempersiapkan generasi muda agar mampu bersaing di tingkat global.

Dukungan terhadap pesantren juga terus diperkuat sebagai bagian integral dari sistem pendidikan nasional sekaligus pusat pemberdayaan masyarakat. Gubernur menilai pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam iman, akhlak, dan karakter.

“Kami ingin melahirkan pemimpin masa depan Lampung yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki hati yang bercahaya dengan nilai-nilai Al-Qur’an,” katanya.

Pemerintah Provinsi Lampung juga memberikan perhatian khusus kepada para penghafal Al-Qur’an. Melalui sinergi dengan berbagai perguruan tinggi, termasuk Universitas Lampung, jalur prestasi bagi hafiz dan hafizah terus diperluas.

Gubernur turut berpesan agar para santri mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

“Jadilah generasi yang modern dalam teknologi, namun tetap teguh dalam prinsip ibadah. Bawalah nama baik Lampung hingga ke kancah internasional,” pungkasnya.

Sementara itu, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattarni, menyampaikan apresiasi atas dukungan masyarakat Indonesia, termasuk Lampung, terhadap perjuangan rakyat Palestina.

“Kami merasakan persaudaraan yang tulus di negeri ini. Dukungan dan kepedulian bangsa Indonesia menjadi harapan besar bagi kami,” ungkapnya.

Ia juga menyatakan keyakinannya bahwa keadilan akan terwujud bagi Palestina.

“Suatu hari nanti, kita semua akan dapat beribadah dengan damai di Masjid Al-Aqsa. Terima kasih atas segala dukungan yang tidak pernah putus,” tutupnya.

Momentum ini diharapkan menjadi dorongan bagi para santri untuk terus belajar, berprestasi, dan berkontribusi, sekaligus menumbuhkan kepedulian global yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan keimanan. (*)

Example 300250
error: Content is protected !!