PULUNG KENCANA – pro dan kontra
Tokoh pers yang memiliki rekam jejak panjang di dunia jurnalistik, Ahmad Abdi Patoni, secara resmi menyerahkan berkas pendaftaran sebagai Bakal Calon Kepala Tiyuh Pulung Kencana, Kabupaten Tulang Bawang Barat, kepada Panitia Pelaksana Pemilihan pada Rabu, 29 Juni 2026.
Berkas pencalonan tersebut diterima langsung oleh sekretariat panitia setelah dinyatakan memenuhi seluruh persyaratan administrasi awal. Pendaftaran Ahmad Abdi Patoni, yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI), menjadi perhatian karena mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat sipil, lembaga bantuan hukum, organisasi kemasyarakatan, serta organisasi profesi pers.
Selain jajaran pengurus AWPI, rombongan dari LSM TRINUSA yang dipimpin Ketua Masdar serta perwakilan LBH Adil Nusantara di bawah pimpinan Ibrahim turut mendampingi proses penyerahan berkas di sekretariat panitia.
Dukungan tersebut juga diperkuat dengan kehadiran para pimpinan organisasi pers, di antaranya Ketua Jajaran Wartawan Indonesia (JWI) Heri Akbar, Ketua Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Nurul Huda, serta Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Yosa.
Kehadiran koalisi lintas organisasi, lembaga hukum, dan insan pers tersebut menjadi simbol dukungan terhadap kepemimpinan yang mengedepankan transparansi, keterbukaan informasi, keadilan hukum, serta kemitraan yang erat dengan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Abdi Patoni memaparkan visi dan misi melalui empat program prioritas yang akan menjadi fokus apabila mendapat amanah memimpin Tiyuh Pulung Kencana.
1. Pembentukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Desa
Program ini bertujuan memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat melalui:
– Meningkatkan keamanan dan ketertiban lingkungan.
– Menyediakan layanan konsultasi dan pendampingan hukum secara gratis bagi warga.
– Menyelenggarakan penyuluhan hukum secara berkala untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat.
2. Pengembangan Desa Wisata
Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, program ini meliputi:
– Pemberdayaan UMKM melalui konsep “Desaku Maju Sakai Sambayan”.
– Pengembangan destinasi wisata desa dan agrowisata.
– Penyediaan lokasi hiburan rakyat yang terjangkau dan bermanfaat bagi masyarakat.
3. Penguatan Sektor Pertanian
Program ini difokuskan pada peningkatan kesejahteraan petani melalui:
– Mengupayakan ketersediaan pupuk dengan harga yang terjangkau.
– Mendorong pengolahan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik serta pengembangan Bank Sampah.
– Memaksimalkan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) secara transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
4. Penguatan Program Rembuk Desa (Guyub Warga)
Program ini bertujuan memperkuat persatuan dan partisipasi masyarakat melalui:
– Menumbuhkan nilai keterbukaan, gotong royong, dan persaudaraan antarwarga.
– Menyelenggarakan forum aspirasi dan evaluasi secara berkala hingga tingkat RT.
– Menyediakan kotak saran, kritik, usulan, dan pengaduan di setiap lingkungan sebagai sarana komunikasi antara pemerintah tiyuh dan masyarakat.
Prosesi penyerahan berkas berlangsung tertib, aman, dan kondusif dengan pengawalan para pendukung. Berbekal pengalaman panjang di dunia jurnalistik serta dukungan dari berbagai organisasi pers, LSM, dan lembaga bantuan hukum, Ahmad Abdi Patoni menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemerintahan tiyuh yang transparan, bersih, akuntabel, serta berpihak pada kepentingan masyarakat.
Melalui visi pembangunan yang berorientasi pada penguatan hukum, pertanian, pemberdayaan ekonomi, dan kebersamaan warga, Ahmad Abdi Patoni berharap dapat membawa Tiyuh Pulung Kencana menjadi desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. (*)













