Lampura

SMA Negeri 1 Kotabumi Buka Akses Pendidikan bagi Anak Putus Sekolah hingga Warga Binaan Rutan

8
×

SMA Negeri 1 Kotabumi Buka Akses Pendidikan bagi Anak Putus Sekolah hingga Warga Binaan Rutan

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung – pro dan kontra

SMA Negeri 1 Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara, resmi ditunjuk sebagai salah satu sekolah induk penyelenggara program SMA Terbuka di Provinsi Lampung.

Program yang digagas Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Pendidikan tersebut menjadi peluang bagi anak-anak putus sekolah berusia di bawah 21 tahun untuk kembali mendapatkan hak pendidikan hingga jenjang SMA.

Menariknya, program SMA Terbuka yang dijalankan SMAN 1 Kotabumi tidak hanya menyasar masyarakat umum. Kesempatan melanjutkan pendidikan juga diberikan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang berada di Rumah Tahanan (Rutan) Kotabumi.

Kepala SMAN 1 Kotabumi, Media Sari Putri, mengatakan pelaksanaan program tersebut mendapat respons positif. Bahkan, jumlah peserta dari kalangan warga binaan terus bertambah.

“Alhamdulillah program ini sudah berjalan. Siswa kita ada yang belajar di Tempat Kegiatan Belajar (TKB) SMAN 1, ada juga yang merupakan warga binaan di Rutan. Antusiasmenya sangat luar biasa. Bahkan, hampir setiap minggu kita mendapat tambahan siswa baru dari warga binaan Rutan,” kata Media Sari Putri.

Saat ini, tercatat sebanyak 8 siswa aktif mengikuti pembelajaran di TKB SMAN 1 Kotabumi. Sementara itu, terdapat 15 siswa dari kalangan warga binaan yang mengikuti program SMA Terbuka di Rutan Kotabumi.

Untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran siswa di Rutan, pihak sekolah menerapkan sistem pembelajaran jemput bola. Para guru mata pelajaran datang langsung ke Rutan untuk memberikan materi pembelajaran.

“Sistemnya, guru-guru mata pelajaran kita yang berkunjung langsung ke Rutan. Kegiatan belajar mengajar dilakukan secara penuh pada hari Sabtu, dari pagi hingga sore hari, menyesuaikan jadwal mereka. Masa studinya pun normal seperti sekolah pada umumnya, yakni selama tiga tahun,” jelasnya.

Meski pelaksanaan program di Rutan berjalan cukup baik, Media Sari mengakui pihak sekolah masih menghadapi tantangan dalam menjangkau anak-anak putus sekolah di tengah masyarakat.

Sebagian besar peserta yang saat ini terdata masih berasal dari wilayah Kecamatan Kotabumi dan daerah sekitarnya. Faktor jarak menjadi salah satu kendala dalam memperluas jangkauan program tersebut.

“Target kita ke depan pasti ingin merekrut sebanyak-banyaknya. Kita sudah menjajaki dan menyosialisasikan program SMA Terbuka ini ke berbagai kecamatan hingga perangkat desa. Namun, kendala utamanya adalah jarak, serta fakta bahwa umumnya anak-anak putus sekolah ini banyak yang sudah bekerja ke luar daerah,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, sekolah terus mencari pola pembelajaran yang lebih mudah diakses masyarakat. Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah membentuk titik-titik kumpul belajar di sejumlah kecamatan yang berdekatan.

Langkah tersebut diharapkan dapat memangkas kendala jarak sekaligus membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak putus sekolah untuk kembali melanjutkan pendidikan.

Di sisi lain, SMAN 1 Kotabumi juga tengah melakukan pengembangan di bidang teknologi untuk mendukung tata kelola sekolah. Salah satu inovasi yang sedang dikembangkan adalah sistem berbasis Smart PC Visualisasi.

“Ke depan kita juga punya inovasi terbaru dalam pengelolaan sekolah melalui Smart PC Visualisasi, di mana sistem absensi akan terintegrasi langsung ke dalam website,” ungkap Media Sari.

Dengan pelaksanaan program SMA Terbuka tersebut, SMAN 1 Kotabumi berkomitmen memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, termasuk mereka yang sebelumnya terpaksa meninggalkan bangku sekolah.

Program ini diharapkan tidak hanya membantu menekan angka putus sekolah di Lampung Utara, tetapi juga menjadi bukti bahwa kesempatan memperoleh pendidikan tetap terbuka bagi siapa saja, termasuk warga binaan yang ingin memperbaiki masa depan melalui pendidikan. (*)

Example 300250
error: Content is protected !!