Lampung

Kunjungan Wisata Tembus 27 Juta, Pemprov Lampung Genjot Penguatan Destinasi, SDM, dan Promosi

16
×

Kunjungan Wisata Tembus 27 Juta, Pemprov Lampung Genjot Penguatan Destinasi, SDM, dan Promosi

Sebarkan artikel ini

Lampung – pro dan kontra

Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat sektor pariwisata menyusul lonjakan signifikan jumlah kunjungan wisatawan sepanjang 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara ke Lampung pada periode Januari hingga November 2025 mencapai 24.702.664 orang.

Angka tersebut diperkirakan meningkat hingga menembus 27 juta kunjungan pada akhir Desember 2025.
Plt Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Lampung, Tony Ferdiansyah, mengatakan capaian ini menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk terus membenahi dan mengembangkan potensi wisata yang ada.

“Lampung memiliki potensi wisata yang sangat besar. Ini harus terus kita tingkatkan, baik dari sisi destinasi, sumber daya manusia, maupun pemasarannya,” ujarnya. Selasa (21/04/2026)

Dari sisi destinasi, pemerintah menekankan pentingnya pengelolaan yang optimal, termasuk pemeliharaan sarana dan prasarana serta menjaga kelestarian lingkungan. Selain itu, faktor keselamatan pengunjung menjadi perhatian utama, terutama dalam menjawab kekhawatiran masyarakat terhadap aspek keamanan dan aksesibilitas menuju lokasi wisata.

“Keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas. Termasuk akses infrastruktur menuju destinasi wisata yang harus terus ditingkatkan,” tambahnya.

Penguatan juga dilakukan pada sektor sumber daya manusia (SDM). Pemerintah daerah berupaya meningkatkan kapasitas pengelola wisata melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan, guna menciptakan pengelolaan destinasi yang profesional dan berkelanjutan.

Tak kalah penting, strategi pemasaran wisata Lampung juga terus diperbarui. Di era digital, promosi akan difokuskan melalui media sosial dengan melibatkan influencer dan brand ambassador untuk memperluas jangkauan promosi.

Selain itu, pengembangan desa wisata menjadi salah satu prioritas utama. Pemprov Lampung mendorong konsep wisata berbasis pengalaman (experience), di mana wisatawan tidak hanya menikmati keindahan destinasi, tetapi juga merasakan kehidupan masyarakat desa secara langsung, mulai dari budaya, kuliner, hingga produk kriya lokal.

Saat ini, tercatat sebanyak 133 desa di Lampung telah tergabung dalam program Jejaring Desa Wisata (Jadesta). Namun, pemerintah akan melakukan verifikasi lanjutan untuk menentukan desa yang layak dikembangkan secara prioritas, termasuk menilai keaktifan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

Lebih lanjut, pemerintah juga merancang integrasi antara konsep desaku maju, desa wisata, dan desa budaya untuk menciptakan destinasi yang lebih komprehensif dan berdaya saing tinggi.

“Jika potensi wisata, infrastruktur, dan nilai budaya dapat digabungkan, maka akan terbentuk desa wisata yang lengkap dan memberikan pengalaman luar biasa bagi wisatawan,” jelas Tony.

Dalam upaya penguatan sektor ini, aspek keselamatan wisata tirta juga menjadi perhatian serius, termasuk melalui peningkatan peran Balawista di kawasan perairan seperti sungai, air terjun, dan laut.

Dengan berbagai strategi tersebut, Pemprov Lampung optimistis sektor pariwisata akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah. (*)

Example 300250
error: Content is protected !!