Lampung

Pemprov Lampung Percepat Transformasi Ekonomi Lewat Hilirisasi dan Penguatan SDM

11
×

Pemprov Lampung Percepat Transformasi Ekonomi Lewat Hilirisasi dan Penguatan SDM

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung – pro dan kontra

Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat langkah transformasi ekonomi dengan menitikberatkan pada hilirisasi komoditas unggulan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Komitmen ini disampaikan langsung oleh Gubernur Rahmat Mirzani Djausal dalam forum strategis pembangunan daerah.

Dalam acara Lampung Post Executive Forum 2026 yang digelar di Hotel Emersia, Gubernur menegaskan bahwa Lampung memiliki potensi besar sebagai lumbung komoditas nasional, seperti kopi, jagung, dan singkong. Namun, selama ini sebagian besar komoditas tersebut masih dipasarkan dalam bentuk mentah.

“Hilirisasi adalah kunci. Kita ingin nilai tambah tidak keluar dari daerah, tetapi dinikmati langsung oleh masyarakat Lampung, khususnya petani,” ujar Rahmat.

Ia juga menyoroti tantangan struktural ekonomi daerah, di mana mayoritas masyarakat masih bergantung pada sektor pertanian dengan tingkat pendapatan yang relatif rendah. Untuk itu, Pemprov Lampung menghadirkan program unggulan “Desaku Maju”, yang fokus pada peningkatan produktivitas desa, termasuk penyediaan teknologi pengolahan hasil pertanian seperti alat pengering (dryer) guna memenuhi standar industri.

Di bidang SDM, Pemprov Lampung mulai mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program pengiriman tenaga terampil ke luar negeri, salah satunya ke Jepang. Program ini diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja yang lebih kompeten dan siap bersaing di era industri modern.
Tak hanya itu, Lampung juga mulai mengembangkan potensi energi hijau.

Kawasan Ulu Belu disebut sebagai salah satu aset strategis energi panas bumi (green energy), yang akan diperkuat dengan rencana pembangunan pembangkit tenaga surya di Bendungan Marga Tiga. Kedua proyek ini diproyeksikan menjadi fondasi bagi pengembangan kawasan industri baru di berbagai wilayah, termasuk Way Kanan.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri RI Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya digitalisasi pemerintahan dan efisiensi anggaran dalam mempercepat pembangunan daerah. Ia mendorong pemerintah daerah untuk memanfaatkan sistem pengendalian proyek secara real-time guna meminimalisir risiko kebocoran anggaran.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Lampung juga menerima penghargaan dalam ajang Lampung Post Award: Asta Cita Bersama Lampung Maju, sebagai bentuk apresiasi atas kinerja dan kontribusinya dalam pembangunan daerah.

Forum ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan berbagai pemangku kepentingan guna mewujudkan Lampung yang lebih maju dan berdaya saing menuju visi Indonesia Emas 2045. (*)

Example 300250
error: Content is protected !!