Tubaba

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Panaragan Jaya Menuai Sorotan

44
×

Diduga Tak Sesuai Spesifikasi, Proyek Jalan Panaragan Jaya Menuai Sorotan

Sebarkan artikel ini

Tulang Bawang Barat – pro dan kontra

Proyek peningkatan jalan lingkungan di Tiyuh Panaragan Jaya (arah Mushola Lembah Meza) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) menuai sorotan dari masyarakat. Pasalnya, proyek yang baru rampung sekitar satu bulan lalu tersebut sudah menunjukkan sejumlah kerusakan.

Pekerjaan peningkatan jalan dengan kode kegiatan 1007.005 tersebut menggunakan jenis pekerjaan hotmix dan talud penahan tanah, dilaksanakan oleh CV Amalan Berkah pada Tahun Anggaran 2025 di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Tulang Bawang Barat.

Namun, hasil pekerjaan dinilai jauh dari harapan. Di lapangan ditemukan sejumlah titik badan jalan berlubang, material batu atau agregat mulai terlepas, bahkan hampir sepanjang ruas jalan mulai ditumbuhi rumput liar. Kondisi lebih memprihatinkan terlihat pada bagian talud penahan tanah yang mengalami kerusakan cukup parah.

Kondisi tersebut menimbulkan dugaan bahwa kualitas pekerjaan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis. Masyarakat menduga pekerjaan hotmix hanya memiliki panjang sekitar 300 hingga 350 meter, dengan lebar jalan kurang lebih 3 meter, serta ketebalan yang diperkirakan hanya sekitar 0,5 hingga 1 sentimeter setelah pemadatan.

Ketebalan tersebut dinilai tidak layak dan menyebabkan permukaan jalan mudah rusak serta ditumbuhi rumput.
Berdasarkan data dari Aplikasi Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP), proyek Peningkatan Jalan Lingkungan Panaragan Jaya (Arah Mushola Lembah Meza) memiliki pagu anggaran sebesar Rp300.000.000,00 pada Tahun Anggaran 2025.

Besarnya anggaran yang digelontorkan berbanding terbalik dengan hasil pekerjaan di lapangan, sehingga memicu kekecewaan dan sorotan dari masyarakat setempat.
Salah satu warga Tiyuh Panaragan Jaya, Deny, mengungkapkan bahwa dengan kualitas pekerjaan seperti itu, jalan dan talud tidak akan bertahan lama.

“Lihat sendiri bang, kualitasnya aja kayak gitu,” ujarnya dengan nada kesal, Kamis (5/2/2026).

Hal senada disampaikan oleh Anggi, warga lainnya. Ia menilai kualitas pembangunan jalan lingkungan tersebut sangat jauh dari harapan, terlebih saat ini memasuki musim hujan yang berpotensi mempercepat kerusakan.

“Dengan dana proyek ratusan juta tapi hasilnya tipis benar itu bang. Mana ini lagi musim hujan, paling nggak lama bakal rusak lagi,” ungkap Anggi, Kamis (5/2/2026).

Anggi berharap ke depan pemerintah daerah dapat lebih serius dalam melaksanakan pembangunan di Kabupaten Tulang Bawang Barat agar asas manfaat benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

“Saya berharap pemerintah bisa lebih serius lagi ke depannya untuk membangun di kabupaten kita, karena ujung-ujungnya kita sendiri yang akan merasakan hasilnya,” harapnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Tulang Bawang Barat belum dapat dimintai keterangan terkait keluhan dan sorotan masyarakat terhadap proyek tersebut. (Eki)

Example 300250
error: Content is protected !!