Bandar lampung – pro dan kontra
Lampung mencatat inflasi tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 2,95 persen pada Februari 2026. Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 4,76 persen dan menempatkan Lampung sebagai provinsi dengan inflasi terendah di Sumatera.
Data tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat, Amalia Adininggar Widyasanti, berdasarkan Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis 2 Maret 2026.
Secara nasional, seluruh 38 provinsi mengalami inflasi tahunan dengan rentang 0,63 persen hingga 6,94 persen. Namun, Lampung berada di bawah rata-rata nasional.
Selain itu, inflasi bulanan (month-to-month) Lampung pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,36 persen, juga lebih rendah dibandingkan nasional yang mencapai 0,68 persen.
Staf Ahli Gubernur Lampung Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Bani Ispriyanto, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, dari Ruang Command Center Lt.2 Dinas Kominfotik Provinsi Lampung, Selasa (3/3/2026).
Mengawali arahannya, Tomsi Tohir menegaskan pentingnya menjaga kecukupan pasokan bahan pokok sebagai kunci stabilitas harga.
“Lebaran tidak Lebaran seharusnya (harga) sama saja, kalau stok kita cukup,” tegasnya.
Capaian ini menjadi indikator positif bahwa pengendalian harga di Lampung berjalan efektif, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah. (*)













