Kota Bandar Lampung

Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (KGSAI) DPC Bandar Lampung Minta Evaluasi Program (MBG) Setelah Ribuan Siswa Keracunan

105
×

Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (KGSAI) DPC Bandar Lampung Minta Evaluasi Program (MBG) Setelah Ribuan Siswa Keracunan

Sebarkan artikel ini


Bandar Lampung – pro dan kontra

Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (KGSAI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kota Bandar Lampung mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Makan Gratis Bergizi (MBG). Desakan ini muncul menyusul laporan sekitar 5.000 siswa yang menjadi korban keracunan akibat mengonsumsi makanan dalam program tersebut, berdasarkan data yang dihimpun oleh Kantor Staf Presiden (KSP).

Ketua KGSAI DPC Bandar Lampung, Tama, mengungkapkan bahwa program MBG sejatinya adalah inisiatif yang sangat baik dan bermanfaat bagi para pelajar. Namun, lemahnya pengawasan terhadap aspek kebersihan mulai dari pencucian wadah makan hingga proses pembuatan makanan di lapangan telah menyebabkan banyak anak-anak mengalami keracunan.

“Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat bagus, tetapi pengawasan terhadap kebersihan dan higienitas penyajian makanan kurang maksimal sehingga menyebabkan banyak Putra-Putri Indonesia keracunan,” ujar Tama kepada awak media di Bandar Lampung, Sabtu (27/9/2025).

Tama menegaskan, evaluasi menyeluruh terhadap program yang menjadi salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto ini sangat penting demi memastikan makanan yang dibagikan benar-benar bergizi dan aman dikonsumsi.

“Pertama, kami menilai pelaksana program (SPPG) perlu diberikan edukasi yang kuat bahwa ini bukan sekadar makanan gratis, tetapi makanan bergizi. Kualitas, keamanan, serta kehalalan makanan harus menjadi perhatian utama. Evaluasi segera harus dilakukan dan pastikan masyarakat mendapatkan makanan sehat, bukan makanan berbahaya,” tegas Tama.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pengawasan terhadap pelaksana SPPG harus bersifat berkelanjutan, bukan hanya saat awal program berjalan.

“Jika ada SPPG yang menimbulkan masalah, seperti makanan basi, kotor, atau menyebabkan keracunan, harus segera dievaluasi dan diberikan sanksi tegas. Bahkan, pelaksana bisa diberhentikan sementara hingga siap beroperasi kembali,” pungkas Tama.

Program MBG yang digagas pemerintah sebagai solusi mengatasi masalah gizi buruk di kalangan pelajar diharapkan dapat berjalan dengan baik dan aman demi masa depan generasi muda Indonesia.


Example 300250
error: Content is protected !!