Kota Bandar Lampung

Ketua DPW PWDPI Lampung Apresiasi Niat Baik Wali Kota Eva, Ajak Masyarakat Kawal SMA Siger

36
×

Ketua DPW PWDPI Lampung Apresiasi Niat Baik Wali Kota Eva, Ajak Masyarakat Kawal SMA Siger

Sebarkan artikel ini

BANDAR LAMPUNG – pro dan kontra

Kebijakan pendirian SMA Siger oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung di bawah kepemimpinan Wali Kota Eva Dwiana terus menuai respons positif dari berbagai elemen masyarakat. Program ini dinilai memiliki niat baik dalam memperluas akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat kurang mampu.

Ketua DPW PWDPI Lampung, Richo Tambuse, menyatakan apresiasinya terhadap langkah Pemkot Bandar Lampung tersebut. Menurutnya, pendirian SMA Siger perlu dilihat dari tujuan awal yang mulia, yakni menjawab persoalan keterbatasan daya tampung SMA negeri di Kota Bandar Lampung. 28 Januari 2026

“Saya melihat kebijakan ini dari sisi niat baik Wali Kota Eva yang ingin memberikan kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak kita, terutama yang kurang mampu. Kita harus berpikir positif terlebih dahulu, karena pada dasarnya ini adalah upaya menyelesaikan permasalahan akses pendidikan,” ujar Richo Tambuse saat menghadiri temu masyarakat beberapa waktu lalu.

Richo juga menegaskan pentingnya peran kontrol sosial agar kebijakan yang lahir dari niat baik tersebut tetap berjalan sesuai tujuan.

“Tugas kita bersama adalah memperketat pengawasan. Niatnya sudah baik, tinggal kita kawal bersama agar tidak melenceng,” tambahnya.

Dukungan terhadap SMA Siger sebelumnya juga disampaikan oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal. Ia menyatakan komitmen pemerintah provinsi untuk mendukung kelancaran proses perizinan sekolah tersebut melalui Dinas Pendidikan Provinsi Lampung.

“Ini merupakan upaya nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Pemerintah provinsi akan mendukung agar seluruh proses hukum dan perizinannya dapat berjalan dengan lancar,” ujar Gubernur dalam rapat koordinasi akhir Januari lalu.

Sejak dibuka pada Juli 2025, SMA Siger telah beroperasi di empat lokasi dengan memanfaatkan fasilitas SMP negeri yang tidak lagi digunakan. Ratusan siswa telah tertampung, dengan seluruh biaya pendidikan ditanggung oleh Pemkot Bandar Lampung, termasuk buku pelajaran dan fasilitas pendukung lainnya.

Menanggapi sejumlah isu yang sempat berkembang terkait modul pembelajaran, pihak Yayasan Siger Prakarsa Bunda membantah adanya unsur pemaksaan. Yayasan juga memastikan bahwa seluruh biaya operasional SMA Siger telah dianggarkan hingga Juni 2026.
Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menegaskan bahwa pendirian SMA Siger merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pendidikan yang berkeadilan.

“Kami tidak ingin anak-anak Bandar Lampung terpinggirkan hanya karena keterbatasan daya tampung SMA negeri. SMA Siger adalah solusi yang kami siapkan dengan penuh komitmen, dan kami terus menyelesaikan seluruh proses hukum agar program ini dapat berjalan berkelanjutan,” tegas Eva.

Ke depan, Pemkot Bandar Lampung juga berencana memanfaatkan aset daerah dengan mengalihfungsikan Terminal Panjang yang terbengkalai menjadi gedung SMA Siger baru berkapasitas hingga 2.000 siswa.
Manfaat program ini turut dirasakan langsung oleh masyarakat. Salah satunya Siti Nurhaliza (42), warga Kecamatan Bumi Waras, yang mengaku bersyukur anaknya tetap bisa melanjutkan pendidikan.

“Anak saya tidak lulus di SMA negeri, tapi dengan adanya SMA Siger dia bisa tetap sekolah tanpa biaya. Ini benar-benar menjadi harapan bagi keluarga kami,” ujarnya.

Dengan berbagai dukungan dan pengawasan dari masyarakat, SMA Siger diharapkan dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pemerataan akses pendidikan di Kota Bandar Lampung.
(Tim Media Group PWDPI)

Example 300250
error: Content is protected !!