Bandar Lampung – pro dan kontra
Polemik belanja jasa konsultansi telematika senilai Rp398,1 juta di lingkungan Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bandar Lampung terus menuai sorotan publik.
Saat dikonfirmasi terkait urgensi pekerjaan, legalitas penyedia, hingga kesesuaian program dengan dokumen perencanaan, Kepala BPKAD Kota Bandar Lampung, Desti Mega Putri, belum memberikan tanggapan.
Upaya konfirmasi telah dilakukan melalui pesan WhatsApp pada Rabu (18/2). Pesan yang dikirim terpantau telah diterima, namun hingga berita ini diturunkan yang bersangkutan memilih tidak memberikan jawaban atau klarifikasi.
Sikap bungkam tersebut semakin memunculkan tanda tanya di tengah pro dan kontra atas pengadaan jasa layanan interkoneksi data pelaporan keuangan daerah yang sebelumnya dipersoalkan dari sisi urgensi dan aspek administrasi.
Publik kini menunggu penjelasan resmi guna memastikan transparansi serta akuntabilitas penggunaan anggaran daerah tersebut. (Tim)
Sebelumnya.













