Kota Bandar Lampung

Presiden Turun Tangan, Api di TN Way Kambas Dipadamkan dan Hotspot Terus Diburu

9
×

Presiden Turun Tangan, Api di TN Way Kambas Dipadamkan dan Hotspot Terus Diburu

Sebarkan artikel ini

LAMPUNG TIMUR — pro dan kontra

Sehari setelah Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan dan dukungan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Provinsi Lampung, operasi pemadaman dan pendinginan terus diperkuat pada Selasa (25/8/2026).

Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengerahan personel, peralatan pemadaman darat, Tim Alpha TNI, hingga dukungan udara dari BNPB untuk melaksanakan water bombing di lokasi karhutla.

Kobaran api di sejumlah lokasi telah berhasil dipadamkan. Namun, potensi munculnya kembali api masih harus diwaspadai karena tim masih menemukan titik-titik panas atau hotspot yang berpotensi menjadi bara dan kembali memicu kebakaran.

Tim gabungan terus memperkuat penanganan di lapangan. Selain pemadaman dari darat, dukungan udara juga dikerahkan untuk menjangkau titik-titik yang sulit ditangani secara langsung oleh personel.

Pada Selasa (25/8/2026) pukul 13.49 WIB, sebuah helikopter BNPB dengan misi Fire Fighting Mission mendarat di Bandara Radin Inten II Lampung. Helikopter tersebut kemudian digunakan untuk mendukung operasi water bombing di lokasi karhutla kawasan TNWK.

Pada Selasa sore, water bombing telah dilaksanakan oleh tim BNPB untuk membantu menurunkan suhu pada titik-titik panas sekaligus mencegah munculnya kembali api.

Kepala BPBD Provinsi Lampung Rudi Syawal mengatakan, pelaksanaan water bombing menjadi bagian dari upaya mempercepat pemadaman dan pendinginan di lokasi yang sulit dijangkau tim darat.

“Water bombing sudah dilakukan sore ini oleh tim BNPB di lokasi karhutla. Ini untuk membantu pendinginan dan menurunkan suhu di titik-titik yang masih panas. Helikopter akan terus standby sampai api benar-benar padam,” ujar Rudi.

Menurutnya, dukungan udara akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan, terutama apabila masih ditemukan titik panas yang membutuhkan penanganan dari udara.

“Jadi tidak hanya melihat api yang kelihatan, tetapi titik-titik panas yang masih ada juga kita antisipasi supaya tidak menjadi bara dan kemudian muncul api kembali,” katanya.

Dukungan pemadaman dari udara ini melengkapi operasi darat yang dilakukan secara terpadu oleh TNI-Polri, Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, Balai TN Way Kambas, BPBD, dan unsur terkait lainnya.

Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, pemadaman dari udara dibutuhkan untuk membantu menurunkan suhu pada titik-titik yang masih terdeteksi memiliki panas.

Menurutnya, meskipun kobaran api telah berhasil ditangani di sejumlah lokasi, keberadaan hotspot menunjukkan potensi kebakaran belum sepenuhnya hilang.

“Water bombing ini kita laksanakan untuk membantu menyirami titik-titik hotspot tadi sehingga suhunya bisa turun, tidak memungkinkan untuk terjadinya kembali api,” ujar Kristomei di lokasi karhutla kawasan TNWK.

Menurutnya

Dengan kondisi tersebut, meskipun api telah dipadamkan di sejumlah titik, potensi munculnya kembali api tetap ada apabila bara yang tersisa tidak segera didinginkan. Karena itu, tim gabungan terus melakukan pemantauan agar tidak ada tambahan luasan akibat munculnya titik api baru.



Terkait dugaan awal penyebab kebakaran, Pangdam mengatakan kondisi kering ekstrem menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai.



“Dugaan sementara kan memang karena keringnya ekstrem, terjadi gesekan antar ranting, antar semak-semak itu,” ujar Kristomei.



Kondisi vegetasi yang sangat kering, termasuk alang-alang dan semak di kawasan savana, membuat api lebih mudah berkembang. Namun, dugaan tersebut masih bersifat sementara berdasarkan kondisi yang ditemukan di lapangan. Kemungkinan penyebab lain tetap didalami melalui proses penyelidikan kepolisian.



Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan adanya unsur kesengajaan atau dugaan kawasan dibakar. Kapolda menegaskan, kemungkinan tersebut tetap menjadi bagian dari proses penyelidikan.



“Penyelidikan antisipasi laporan kebakaran, lahan, untuk tumbuh tanaman baru,” ujar Helfi.



Ia mengatakan aspek tersebut perlu didalami, sekaligus dilakukan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran.



“Tanaman baru inilah yang akan menarik perhatian hewan-hewan yang mengkonsumsi ini,” lanjutnya.



Menurut Kapolda, edukasi menjadi bagian penting untuk mencegah terjadinya praktik yang dapat menimbulkan kebakaran.



“Nah ini perlu kita edukasi, tentunya kita sudah bekerja sama dengan TNI, kemudian pemerintah, dan masyarakat setempat tentunya untuk diedukasi supaya tidak melakukan hal tersebut,” katanya.



Kapolda menegaskan proses penyelidikan terus dilakukan untuk mengantisipasi kejadian serupa di kemudian hari.



Gubernur Laporkan Kondisi kepada Presiden



Penguatan operasi yang berlangsung saat ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi Pemerintah Provinsi Lampung dengan pemerintah pusat.



Sebelumnya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal turun langsung ke lokasi kebakaran pada Minggu (23/8) untuk memastikan penanganan dilakukan secara terpadu dan api tidak meluas menuju kawasan TNWK.



Pada Senin (24/8), perkembangan kondisi tersebut kemudian dilaporkan Gubernur kepada Presiden Prabowo Subianto melalui konferensi video. Dalam komunikasi tersebut, Gubernur menyampaikan kondisi lapangan sekaligus kebutuhan sarana untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang berada jauh dari kanal atau sumber air.



“Pompa air perlu untuk yang jauh dari kanal, Pak Presiden,” ujar Mirza.



Presiden kemudian menanyakan jumlah pompa yang dibutuhkan.



“Berapa yang Anda perlu?” tanya Presiden.

“10, Pak Presiden,” jawab Mirza.

Presiden kemudian memberikan dukungan lebih besar.

“Iya, bagus. Saya kirim 20,” ujar Presiden.

Selain pompa, kebutuhan lapangan juga mencakup selang dan flexible tank untuk mendukung penyaluran serta penampungan air di lokasi yang sulit dijangkau.

Dukungan tersebut kemudian diperkuat dengan 20 unit pompa air, selang sepanjang 3 kilometer, flexible tank, drone penyemprot, serta dukungan helikopter BNPB untuk water bombing.

Presiden juga menginstruksikan pengerahan Tim Alpha TNI untuk membantu menangani titik-titik yang sulit dijangkau dari darat.

Dengan dukungan pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Lampung, TNI-Polri, Balai TN Way Kambas, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, BPBD, BNPB, masyarakat, dan seluruh unsur terkait, penanganan akan terus dilakukan hingga kawasan benar-benar aman dari potensi munculnya kembali kebakaran.

Upaya tersebut juga dilakukan untuk memastikan kawasan TN Way Kambas serta satwa dilindungi di dalamnya tetap terlindungi.

Example 300250
error: Content is protected !!