Tirta Kencana — pro dan kontra
Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Pemkab Tubaba) beserta jajaran Dinas Kesehatan terus mendampingi pengobatan Imam Syafi’i, balita berusia satu tahun asal Tiyuh Tirta Kencana yang sejak lahir didiagnosis menderita Hirschsprung, yaitu kondisi kelainan pada saluran pencernaan yang menyebabkan anus tidak terbentuk secara sempurna.
Kepala Puskesmas Candra Mukti, dr. Gesuri Prima, menyampaikan bahwa Imam, putri ketiga Bapak Yanto, telah dipantau sejak masa kehamilan hingga saat ini.
“Sejak awal kehamilan, kami selalu pantau perkembangan janinnya selama tiga trimester. Apalagi keluarganya termasuk dalam kategori rawan gizi, kami ekstra memberikan pengawasan,” ujar Gesuri.
“Demikian halnya pasca persalinan melalui operasi caesar. Setelah diketahui bahwa ananda Imam ini terdiagnosa menderita Hirschsprung, pendampingan proses pengobatannya terus kita kawal,” terangnya.
“Hingga kini, sudah empat kali Imam menjalani operasi di RS Urip Sumoharjo, Bandar Lampung. Kami terus pantau, mulai urusan konsultasi dan rujukan operasi hingga pada pemenuhan kecukupan asupan makanan yang bergizi,” pungkasnya.
Saat melakukan kunjungan ke rumah Imam, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra, Untung Budiono, S.Sos., M.H., menyampaikan komitmen Pemkab Tubaba untuk terus mengawal pengobatan Imam Syafi’i.
“Ini implementasi sesungguhnya dari Program Tubaba Q Sehat Pemkab Tubaba. Sejak awal Pak Bupati concern terhadap masalah kesehatan masyarakat. Lewat kepedulian dan kolaborasi lintas sektoral kita terus kawal pengobatan ananda Imam,” kata Untung, Rabu (07/10/2026).
“Baznas Tubaba memberikan bantuan dana untuk akomodasi pengobatan sebesar dua juta rupiah, ditambah bantuan kambing untuk usaha senilai empat juta rupiah,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Tubaba, Ns. Majril, S.Kep., M.M., menyampaikan bahwa pihaknya turut mengupayakan agar kepesertaan BPJS Kesehatan Imam dan keluarganya dapat kembali memperoleh bantuan iuran dari Pemkab Tubaba.
“Awalnya mereka ini BPJS Kesehatannya dicover oleh PBI-JK dari pemerintah pusat. Namun sekitar bulan April tahun ini, akibat ketidaksesuaian data kependudukan fasilitasi ini terhenti hingga mereka terpaksa beralih ke BPJS mandiri,” kata Majril.
“Kami sedang urus agar BPJS Kesehatannya segera dapat dicover dari Pemkab Tubaba, supaya tidak pusing mikirin bayar iuran lagi,” ujar Plt. Asisten Administrasi Umum ini di sela-sela kunjungannya ke rumah Imam.
Dukungan terhadap keluarga Imam juga datang dari Pemerintah Kecamatan Tulang Bawang Tengah dan Pemerintah Tiyuh Tirta Kencana yang telah mengusulkan perbaikan rumah kepada Pemkab Tubaba.
“Pemerintah kecamatan mengajukan bedah rumah ke Pemkab Tubaba, nanti kekurangannya akan dibantu oleh warga tiyuh yang digerakkan oleh Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Warga juga saling bantu untuk beras dan tambahan biaya pengobatan. Kami dari pamong tiyuh dan warga sekitar sudah sejak awal membantu keluarga Pak Yanto ini, terutama untuk keperluan berobat anaknya tersebut,” terang Kepalo Tiyuh Tirta Kencana.
Ketua Baznas Tubaba, H. Purwanto, juga menyampaikan komitmennya untuk terus membantu masyarakat, tidak hanya dalam kebutuhan pengobatan, tetapi juga melalui bantuan yang dapat mendorong kemandirian keluarga penerima manfaat.
“Baznas tidak hanya hadir ketika ada kebutuhan pengobatan. Kami juga berupaya agar keluarga penerima bantuan dapat memiliki peluang untuk bangkit dan mandiri. Karena itu, bantuan produktif ini diharapkan bisa menjadi awal bagi keluarga untuk memiliki usaha yang dapat dikembangkan,” pungkas Purwanto.













