Tubaba

Hasan Siap Maju di Pilkati 2026, Bawa Semangat “Wong e Dewe” untuk Kagungan Ratu Agung

578
×

Hasan Siap Maju di Pilkati 2026, Bawa Semangat “Wong e Dewe” untuk Kagungan Ratu Agung

Sebarkan artikel ini

Tulang Bawang Barat — pro dan kontra

Putra asli Tiyuh Kagungan Ratu Agung, Kecamatan Tulang Bawang Udik (TBU), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba), Hasan menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Kepalo Tiyuh Kagungan Ratu Agung pada Pemilihan Kepala Tiyuh (Pilkati) 2026.

Lahir dan tumbuh di tengah masyarakat Kagungan Ratu Agung, Hasan mengaku terdorong untuk pulang mengabdikan diri dan mengambil bagian dalam membangun tiyuh kelahirannya.

Bagi Hasan, keikutsertaannya dalam kontestasi Pilkati bukan semata-mata tentang mengejar jabatan. Lebih dari itu, ia memandang pencalonan tersebut sebagai bentuk ikhtiar untuk memberikan pengabdian dan menjawab harapan masyarakat.

Dengan membawa semangat sebagai putra daerah, Hasan pun mengajak masyarakat untuk memilih putra tiyuh sendiri dan bersama-sama membangun kampung halaman.

“Ayo pade, bukde, pilih wong e dewe. Hasan wong e dewe,” ujar Hasan saat menyampaikan ajakannya kepada masyarakat Kagungan Ratu Agung.

Tak Ingin Tebar Janji, Hasan Pilih Bicara Kerja

Dalam pencalonannya, Hasan menegaskan tidak ingin mengumbar janji-janji berlebihan. Menurutnya, masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar kata-kata. Mereka membutuhkan pemimpin yang mau bekerja, hadir di tengah masyarakat, mendengarkan keluhan warga, serta berani mempertanggungjawabkan amanah yang diberikan.

“Bagi saya, tidak perlu banyak janji. Yang terpenting adalah bagaimana harapan masyarakat bisa kita perjuangkan dan kita wujudkan bersama. Seorang pemimpin harus berani bertanggung jawab terhadap amanah yang diberikan masyarakat,” tegasnya.

Hasan menyadari, membangun sebuah tiyuh bukanlah pekerjaan yang dapat dilakukan seorang diri. Diperlukan kebersamaan antara pemerintah tiyuh dan masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, aparatur tiyuh hingga seluruh elemen warga.

Menurutnya, kekuatan utama sebuah tiyuh bukan hanya terletak pada pemerintahannya, tetapi pada persatuan dan kepedulian seluruh masyarakat.

“Kalau bukan putra tiyuh yang peduli terhadap tiyuhnya sendiri, lalu siapa lagi? Kalau bukan kita yang ikut memikirkan dan membangun tiyuh kita, siapa yang akan melakukannya?” katanya.

Pemimpin Harus Hadir dan Merasakan Persoalan Warga

Hasan juga menilai seorang pemimpin harus mampu berada di tengah-tengah masyarakat. Persoalan warga, menurutnya, tidak cukup hanya diketahui melalui laporan atau informasi dari pihak lain.

Pemimpin harus turun langsung, melihat kondisi masyarakat dan memahami persoalan yang mereka hadapi. Dengan begitu, kebijakan maupun solusi yang diambil benar-benar dapat menyentuh kebutuhan warga.

Bagi Hasan, jabatan Kepalo Tiyuh bukanlah sekadar kedudukan. Jabatan tersebut merupakan amanah yang memiliki konsekuensi besar.

Seorang pemimpin, katanya, harus siap bekerja untuk masyarakat, mendahulukan kepentingan warga dan mempertanggungjawabkan setiap amanah yang telah diberikan.

Pilkati Bukan Alasan untuk Terpecah

Di tengah persiapan menghadapi Pilkati 2026, Hasan juga mengajak seluruh masyarakat Kagungan Ratu Agung untuk tetap menjaga persatuan dan kerukunan.

Ia mengingatkan bahwa perbedaan pilihan dalam pesta demokrasi merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut jangan sampai memutus hubungan kekeluargaan dan persaudaraan antarwarga.

«l“Siapa pun nanti yang mendapat amanah dari masyarakat, kita harus tetap bersatu. Karena tujuan kita sama, yaitu melihat Tiyuh Kagungan Ratu Agung menjadi lebih maju, masyarakatnya sejahtera, dan tiyuh kita semakin baik ke depan,” ungkapnya.

Hasan berharap Pilkati 2026 dapat menjadi momentum bagi masyarakat Kagungan Ratu Agung untuk menentukan pemimpin yang benar-benar mampu membawa kepentingan warga menuju arah yang lebih baik.

Ia pun kembali menyerukan pentingnya kebersamaan. Menurutnya, kemajuan tiyuh tidak boleh hanya dibebankan kepada seorang Kepalo Tiyuh, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat.

“Mari kita bersama-sama membangun tiyuh yang kita cintai. Jangan hanya berharap kepada satu orang. Kita semua punya tanggung jawab untuk menjadikan Tiyuh Kagungan Ratu Agung lebih maju dan lebih sejahtera,” pungkas Hasan. (*)

Example 300250
error: Content is protected !!