Nasional

PFI Gelar Roadshow Pameran Foto “Prahara Pulau Emas” di Banda Aceh, Angkat Edukasi Mitigasi Bencana

247
×

PFI Gelar Roadshow Pameran Foto “Prahara Pulau Emas” di Banda Aceh, Angkat Edukasi Mitigasi Bencana

Sebarkan artikel ini

BANDA ACEH – pro dan kontra

Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar Roadshow Pameran dan Peluncuran Buku Foto Jurnalistik Prahara Pulau Emas di Museum Tsunami Aceh, Banda Aceh, pada 3–8 Agustus 2026. Sebanyak 68 karya dari 38 pewarta foto dari berbagai daerah di Indonesia dipamerkan sebagai dokumentasi visual berbagai bencana yang terjadi di Pulau Sumatra.

Pameran dibuka secara resmi oleh Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, Senin (3/8). Banda Aceh menjadi kota kedua dalam rangkaian roadshow setelah Padang, Sumatera Barat, dan sebelum penutupan di Medan, Sumatera Utara.

Dalam sambutannya, Illiza mengapresiasi penyelenggaraan pameran yang dinilai tidak hanya menghadirkan karya fotografi, tetapi juga menjadi media edukasi dan pengingat pentingnya membangun budaya sadar bencana.

“Pameran ini bukan sekadar menampilkan gambar, melainkan rekaman sejarah. Ketika masyarakat tidak merawat bumi, dampaknya jauh lebih besar. Pembelajaran ini penting agar pemerintah mempersiapkan diri menjadi daerah yang tangguh bencana. Pemerintah membutuhkan pewarta foto untuk merekam kondisi nyata di lapangan,” ujarnya.

Menurut Illiza, fotografi jurnalistik memiliki kekuatan membangun kesadaran publik sekaligus menggerakkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Ketua Umum PFI Pusat, Dwi Pambudo, mengatakan pameran dan buku foto Prahara Pulau Emas merupakan monumen ingatan kolektif atas berbagai bencana yang pernah melanda Pulau Sumatra.

“Kamera pewarta foto bukan sekadar alat bekerja, melainkan saksi visual atas runtuhnya ruang hidup sekaligus penuntun kemanusiaan. Kami menghadirkan karya ini secara beretika untuk memuliakan ketangguhan manusia dalam melewati masa-masa sulit, bukan untuk mengeksploitasi penderitaan,” kata Dwi.

Ia berharap karya-karya yang dipamerkan dapat memperkuat edukasi mitigasi bencana sekaligus menjadi penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Sementara itu, Ketua PFI Aceh, M. Anshar, menyampaikan bahwa penyelenggaraan pameran di Aceh merupakan hasil kolaborasi PFI Pusat, Yayasan Riset Visual mataWaktu, pemerintah daerah, BUMD, serta sektor swasta.

Menurutnya, fotografi jurnalistik tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi sejarah, tetapi juga mampu mendorong lahirnya aksi nyata bagi masyarakat.

“Foto jurnalistik tidak hanya merekam peristiwa, tetapi juga mampu menggerakkan kepedulian. Melalui dukungan PFI Pusat, kami memperoleh amanah membangun sumur bor air bersih di Kabupaten Pidie Jaya. Ini menjadi bukti bahwa karya foto dapat menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain pameran dan peluncuran buku, rangkaian kegiatan turut diisi dengan diskusi fotografi jurnalistik yang menghadirkan fotografer senior Oscar Motuloh dan Danu Kusworo sebagai narasumber. Diskusi tersebut diikuti mahasiswa dan komunitas fotografi dari berbagai daerah di Aceh sebagai upaya melahirkan generasi pewarta foto yang profesional, menjunjung tinggi etika jurnalistik, serta memiliki kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Pada kesempatan yang sama, PFI Pusat juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada PFI Aceh untuk pembangunan sumur bor air bersih di Desa Meunasah Lhok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana.

Acara pembukaan ditutup dengan penyerahan cendera mata kepada para mitra strategis, yakni PLN Aceh, Pemerintah Kota Banda Aceh, PT Bank Aceh Syariah, PT Solusi Bangun Andalas, Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA), Museum Tsunami Aceh, dan Danlanud Sultan Iskandar Muda sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap penyelenggaraan Roadshow Pameran Foto Prahara Pulau Emas.

Roadshow Pameran Foto Prahara Pulau Emas di Museum Tsunami Aceh terbuka untuk masyarakat umum hingga 8 Agustus 2026 sebagai ruang edukasi, refleksi, dan penguatan kesadaran publik mengenai pentingnya mitigasi bencana melalui karya fotografi jurnalistik. (*)

Example 300250
error: Content is protected !!