Tubaba – pro dan kontra
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulang Bawang Barat menggelar paripurna pembicaraan tingkat I Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 dan Penetapan Tiga Raperda Inisiatif DPRD, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Tubaba, Senin, (22/06/2026).
Rapat di pimpin Ketua DPRD Tubaba, Busroni, dan dihadiri langsung Bupati Tulang Bawang Barat, Novriwan Jaya.
Hadir juga, Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II DPRD beserta anggota DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat, unsur Forkopimda, sekdakab, para staf ahli dan asisten Pemerintah Daerah, kepala OPD, para camat, kepala tiyuh, lurah, serta tamu undangan, dan insan pers.
Rapat paripurna diawali dengan pembukaan dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dilanjutkan penyampaian Pembicaraan Tingkat I Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025 oleh Bupati Tulang Bawang Barat.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan naskah Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025,serta penetapan tiga Raperda inisiatif DPRD Kabupaten Tulang Bawang Barat.
Agenda berikutnya diisi dengan penyampaian pandangan umum dari masing-masing fraksi, dan selanjutnya Bupati Tulang Bawang Barat, Novriwan Jaya memberikan tanggapan dan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD.
Dalam penyampaiannya, Bupati Novriwan Jaya menegaskan, bahwa Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, merupakan bagian penting dari siklus pengelolaan keuangan daerah sebagai wujud akuntabilitas dan transparansi pemerintah daerah kepada masyarakat, serta DPRD.
Bupati menjelaskan, bahwa Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun Anggaran 2025 telah diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung dan kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk yang ke-15 kalinya.
Capaian tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Kabupaten Tubaba dalam mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang efektif, efisien, dan akuntabel.
“Keberhasilan mempertahankan opini WTP ini merupakan hasil kerja keras seluruh perangkat daerah serta dukungan DPRD sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan,” ujar Bupati.
Berdasarkan laporan keuangan yang telah diaudit, realisasi APBD Kabupaten Tulang Bawang Barat Tahun Anggaran 2025 menunjukkan kinerja yang cukup baik. Pendapatan daerah ditargetkan sebesar Rp933,23 miliar dengan realisasi mencapai Rp858,25 miliar atau 91,96 persen.
Sementara itu, belanja daerah yang dianggarkan sebesar Rp946,80 miliar terealisasi Rp864,18 miliar atau 91,27 persen. Adapun pembiayaan daerah terealisasi sebesar Rp13,89 miliar atau 102,33 persen dari target yang ditetapkan.
Dari hasil perhitungan tersebut, Kabupaten Tulang Bawang Barat mencatatkan Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp7,95 miliar yang berasal dari efisiensi dan penghematan belanja pada perangkat daerah.
Dalam rapat paripurna lanjutan yang membahas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD, Pemerintah Kabupaten Tubaba menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan, saran, serta kritik konstruktif yang disampaikan seluruh fraksi sebagai bentuk penguatan tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui intensifikasi, ekstensifikasi, dan digitalisasi sistem retribusi daerah guna memperkuat kemandirian fiskal.
Selain itu, evaluasi terhadap program dan kegiatan yang memiliki daya serap rendah akan terus dilakukan agar anggaran lebih efektif dalam mendukung sektor pendidikan, kesehatan, infrastruktur, pertanian, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pada aspek pembangunan daerah, Pemerintah Kabupaten Tubaba mencatat sejumlah indikator positif selama periode 2021–2025. Peningkatan kualitas infrastruktur secara bertahap mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, menurunkan angka kemiskinan dari 20,35 ribu jiwa menjadi 19,04 ribu jiwa, serta meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi 70,61 pada tahun 2025.
Pemerintah daerah juga terus mendorong transformasi ekonomi melalui hilirisasi sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan, termasuk pengembangan industri pengolahan berbasis komoditas unggulan seperti karet, singkong, dan kelapa sawit.
“Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah hasil produksi masyarakat sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah,”kata dia.
Di bidang pelayanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Tubaba menegaskan komitmennya dalam memperkuat Program Tubaba Q Sehat melalui perbaikan sistem pengadaan dan distribusi obat-obatan, bahan medis habis pakai, serta alat kesehatan agar layanan kesehatan gratis di sembilan kecamatan dapat berjalan optimal.
“Pemerintah juga memastikan tidak ada lagi penolakan pasien darurat dari keluarga kurang mampu akibat persoalan administrasi kepesertaan BPJS,” harapnya.
Selain itu, pemerintah daerah sedang melakukan pembaruan dan validasi data kepesertaan BPJS Kesehatan secara menyeluruh bersama Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan BPJS Kesehatan guna memastikan bantuan kesehatan benar-benar tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Menutup penyampaiannya, Bupati Novriwan Jaya berharap sinergi yang telah terjalin antara pemerintah daerah dan DPRD dapat terus dipertahankan demi mewujudkan pembangunan Kabupaten Tulang Bawang Barat yang semakin sejahtera, merata, kreatif, inovatif, dan maju.
“Semoga seluruh ikhtiar pembangunan yang kita lakukan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta membawa Kabupaten Tulang Bawang Barat menjadi daerah yang semakin maju dan berdaya saing,” tutupnya. ((ADV)













