AdvertorialKota Bandar Lampung

DPRD Lampung Dukung Hilirisasi Kakao Berbasis Agroforestry untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

13
×

DPRD Lampung Dukung Hilirisasi Kakao Berbasis Agroforestry untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung – pro dan kontra

Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, menegaskan komitmen DPRD dalam mendukung penguatan hilirisasi kakao berbasis agroforestry. Langkah strategis ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menjaga kelestarian lingkungan hidup di Lampung.

Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang melibatkan Pemerintah Provinsi Lampung, PT Olam Indonesia, dan Partnerships for Forests (P4F) di Taman Santap Rumah Kayu, Jalan Arif Rahman Hakim, Bandar Lampung, Selasa (27/1).
Menurut Ahmad Giri Akbar, pengembangan kakao melalui pendekatan agroforestry sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah yang fokus pada peningkatan nilai tambah komoditas unggulan berbasis potensi lokal, pemberdayaan masyarakat, dan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Ia menekankan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan mitra pembangunan menjadi kunci keberhasilan dalam memperkuat hilirisasi kakao sekaligus menjaga fungsi ekologis kawasan hutan.

“DPRD Provinsi Lampung mendukung penuh pengembangan kakao berbasis agroforestry karena tidak hanya meningkatkan ekonomi petani, tetapi juga berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan. Kolaborasi multipihak seperti ini harus terus diperkuat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat,” ujarnya.

Program hilirisasi kakao ini direncanakan mencakup pengembangan lahan seluas kurang lebih 35.000 hektare, melibatkan ribuan petani lokal, serta menghadirkan peluang baru untuk sektor industri olahan kakao di Lampung.

Dengan dukungan penuh dari DPRD dan berbagai pihak, diharapkan program ini mampu mendorong Lampung menjadi pusat pengembangan kakao yang berkelanjutan di Indonesia, sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

Kalau mau, saya bisa buatkan versi lebih singkat dan siap tayang di media online, dengan gaya berita yang lebih ringan tapi tetap informatif. Apakah mau dicoba dibuatkan. (Red)

Example 300250
error: Content is protected !!