Nasional

HUT ke-6 JMSI: Malam Anugerah Golden Award dan Komitmen Jurnalisme Berkualitas

81
×

HUT ke-6 JMSI: Malam Anugerah Golden Award dan Komitmen Jurnalisme Berkualitas

Sebarkan artikel ini

SERANG – pro dan kontra

Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) menggelar malam puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-6 sekaligus penganugerahan “Golden Award” di Hotel Aston Ratu, Serang, Banten, Minggu malam (8/2/2026). Acara ini digelar bertepatan dengan rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Penghargaan Golden Award diberikan kepada sejumlah tokoh nasional, kepala daerah, hingga insan pers yang dinilai berkontribusi positif bagi bangsa. Kategori penghargaan meliputi Golden Media Sosial, Golden Leader, Golden Wartawan, dan Golden Media Siber.

Ketua Umum JMSI, Dr. Teguh Santosa, menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil seleksi ketat selama tiga bulan. “JMSI hadir untuk menjadi penerang di tengah kejenuhan dan kegelapan informasi yang berseliweran di era kekinian. Apresiasi ini kami berikan kepada para pelaku kebangsaan yang berkomitmen pada kualitas,” ujar Teguh.

Hadir dalam acara tersebut Menteri Koperasi, Wakil Menteri HAM Mugiyanto, Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak, serta pengurus JMSI dari 32 provinsi.

Wakil Menteri HAM, Mugiyanto, dalam sambutannya menekankan pentingnya JMSI sebagai mitra kritis pemerintah. Ia juga menegaskan jaminan Presiden Prabowo Subianto terhadap kebebasan pers. “Jurnalis harus tetap mendapatkan perlindungan. Good news is good news, tidak melulu berita buruk yang menjadi berita bagus,” tuturnya. (jun)

Hadiri HUT JMSI, Dahnil Anzar Soroti Hilangnya Tradisi Wartawan Intelektual

SERANG – Wakil Menteri Haji, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan kritik reflektif terkait kondisi pers saat ini dalam acara HUT ke-6 Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) di Hotel Aston Ratu, Serang, Minggu (8/2/2026).
Dahnil mengungkapkan kerinduannya pada sosok “wartawan intelektual” yang menurutnya kini semakin tergerus oleh konten-konten dangkal. “Bapak-bapak bangsa kita mayoritas adalah wartawan. Namun, konten yang ada saat ini sesungguhnya ‘tak berkonten’. Tradisi wartawan intelektual seolah sudah terkubur,” tegas Dahnil.
Menurutnya, ekosistem saat ini lebih memberi tempat pada hal-hal organik tanpa pendalaman, sehingga ruang intelektual terpinggirkan. “Ruang publik harus diisi debat-debat intelektual. Pers punya peran peradaban dan membela masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Hal senada diungkapkan Ketua Umum JMSI, Dr. Teguh Santosa. Ia menyebut JMSI berupaya menjadi antitesis dari kegelapan informasi dengan memberikan Golden Award kepada tokoh dan media yang mampu menjaga kualitas jurnalisme. (jun)

Wamen HAM Mugiyanto: Pemerintah Jamin Kebebasan Pers, JMSI Harus Jadi Mitra Kritis

SERANG – Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Mugiyanto, menegaskan komitmen pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjamin kebebasan pers dan perlindungan jurnalis. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Malam Anugerah Golden Award HUT ke-6 JMSI di Serang, Banten, Minggu (8/2/2026).
“Prabowo menjamin kebebasan pers. Jurnalis harus tetap mendapatkan perlindungan dalam menjalankan tugasnya,” ujar Mugiyanto di hadapan ratusan anggota JMSI dari 32 provinsi.
Mugiyanto berharap JMSI tetap memegang teguh peran sebagai mitra kritis pemerintah yang konstruktif. Ia mengajak insan pers untuk mengubah pola pikir pemberitaan. “Anugerah Golden ini penting untuk menghargai yang terbaik. Paradigma harus bergeser, good news itu juga good news,” jelasnya.
Acara yang dirangkai dengan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 ini turut dihadiri Menteri Koperasi dan Wakil Menteri Haji Dahnil Anzar Simanjuntak, yang juga menekankan pentingnya mengembalikan ekosistem intelektual dalam dunia pers nasional. (Red)

Example 300250
error: Content is protected !!